Filosofi harkat


FILOSOFI HARKAT


Berdasarkan buah hasil perenungan ahli bahasa Arab, harakat mempunyai makna filosofis yang berkaitan dalam kehidupan kita. Berikut adalah makna-makna filosofis harakat yang tertuang dalam tanda-tanda i’rab (Alaamatul I’rab)
1. Dhammah
Dhammah adalah tanda i’rab rafa’
Dhammah maknanya bergabung, berkumpul dan bersatu. Rafa’, maknanya kemuliaan dan tinggi.
Secara konteks, makna filosofis dari Dhammah tanda Rafa’ yaitu, “Jika kita bergabung (bersatu) itu adalah tanda suatu kemulian, kemajuan, tinggi dan kesuksesan.
Dhammah (ﺍﻟﻀﻤﺔ ) adalah harakat yang berbentuk layaknya huruf waw (ﻭ) – tapi ini kecil – , yang diletakkan di atas suatu huruf Arab (ـــُــ ), harakat dhammah melambangkan fonem /u/. Untuk penggambaran bentuk harakat tersebut, dapat dilihat bentuk huruf dhammah diibaratkan seperti kepalan tangan sampai lengan. Kepalan tangan menggambarkan “bergabung atau bersatu”, dan jika ditegakkan kepalan tangan tersebut adalah tanda “suatu harapan dalam kemajuan”.
2. Fathah
Fathah adalah tanda i’ i’rab nashab.
Fathah, dimaknai “kemenangan”. Nashab, dimaknai “tegak”.
Secara konteks makna filosofi dari Fathah tanda Nashab yaitu, “Jika kita menegakkan (kebenaran) itu adalah tanda suatu kemenangan”.
Fathah (ﻓﺘﺤﺔ) adalah harakat yang berbentuk layaknya garis horizontal kecil (ـــَــ ) yang berada di atas suatu huruf Arab yang melambangkan fonem /a/.
Untuk penggambaran bentuk harakat tersebut, dapat dilihat bentuk harakat fathah (garis lurus dan tegak, lurus/tidak melengkung). Harakat fathah mempunyai posisi di atas diibaratkan suatu kemenangan, dan kemenangan itu selalu ada di atas (diposisikan di tempat tinggi).
3. Kasrah
Kasrah adalah tanda i’rab jir/jar
Kasrah, dimaknai sebagai “pecah”. Sedangkan Jar, dimaknai “terseret”.
Secara konteks makna filosofi dari Kasrah alamat Jar yaitu, “Jika kita terpecah belah itu adalah tanda diperdaya oleh orang lain (terseret-seret)”.
Kasrah (ﻛﺴﺮﺓ ), adalah harakat yang berbentuk layaknya garis horizontal kecil (ـــِــ ) yang diletakkan di bawah suatu huruf Arab, harakat kasrah melambangkan fonem /i/.
Untuk penggambaran bentuk harakat tersebut, dapat dilihat bentuk harakat kasrah (garis lurus dan tegak, lurus/tidak melengkung).
Harakat fathah mempunyai posisi di atas diibaratkan garis yang terseret (ditarik miring ke bawah). Dari kata “Kasara” yang memiliki arti “pecah”, makna filosofis yang dapat direnungi “Jika sesuatu terpecah belah maka tidak akan berdaya/dapat diperdaya (terseret-seret)”.
4. Sukun
Sukun adalah tanda i’rab Jazm
Sukun, dimaknai “diam”. Sedangkan Jazm, dimaknai “kepastian atau pengharusan”.
Secara konteks makna filosofis dari Sukun alamat Jazm yaitu, “Jika kita diatur atau di bawah kekuasaan orang maka kita tidak bisa bergerak (diam)”.
Jika Sukun, dimaknai “tenang”, sedangkan Jazm dimaknai “jaminan”, maka secara konteks makna filosofis dari Sukun alamat Jazam yaitu, ‘Jika ada jaminan dan kepastian maka masa depan kita akan tenang”.
Sukun (ﺳﻜﻮﻥ ), adalah harakat yang berbentuk bulat layaknya huruf ha (ﻩ ) yang ditulis di atas suatu huruf Arab.
Untuk penggambaran bentuk harakat tersebut, dapat dilihat bentuk harakat sukun yaitu harakat yang berbentuk bulat(ـــــْــ ) . Jika diibaratkan dalam bulatan dan lingkaran itu ada proses perputaran, mungkin dapat dimaknai “kehidupan yang selalu berputar saling berintegrasi dan kontuniuitas dalam perputaran”.
Selain itu, bulatan atau lingkaran itu dapat dilihat tidak bergerak atau statsis, makna yang dapat diambil dari filosifis tersebut adalah “Jika kita diatur di bawah kekuasaan orang, maka kita tidak bisa bergerak (diam)”.

Komentar