Postingan

Filosofi harkat

FILOSOFI HARKAT Berdasarkan buah hasil perenungan ahli bahasa Arab, harakat mempunyai makna filosofis yang berkaitan dalam kehidupan kita. Berikut adalah makna-makna filosofis harakat yang tertuang dalam tanda-tanda i’rab (Alaamatul I’rab) 1. Dhammah Dhammah adalah tanda i’rab rafa’ Dhammah maknanya bergabung, berkumpul dan bersatu. Rafa’, maknanya kemuliaan dan tinggi. Secara konteks, makna filosofis dari Dhammah tanda Rafa’ yaitu, “Jika kita bergabung (bersatu) itu adalah tanda suatu kemulian, kemajuan, tinggi dan kesuksesan. Dhammah (ﺍﻟﻀﻤﺔ ) adalah harakat yang berbentuk layaknya huruf waw (ﻭ) – tapi ini kecil – , yang diletakkan di atas suatu huruf Arab (ـــُــ ), harakat dhammah melambangkan fonem /u/. Untuk penggambaran bentuk harakat tersebut, dapat dilihat bentuk huruf dhammah diibaratkan seperti kepalan tangan sampai lengan. Kepalan tangan menggambarkan “bergabung atau bersatu”, dan jika ditegakkan kepalan tangan tersebut adalah tanda “suatu harapan dalam kema...

Kunci surga

KISAH KUNCI SYURGA Di kutip dari Mansu’ah al-Qishash al-Waqi’ah Ada suatu kisah nyata yang benar-benar terjadi di antara seorang pemuda Muslim dan seorang paderi Katolik. Alkisah, seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan pengajiannya di Amerika.Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan dia mampu mendalaminya. Selain belajar, dia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, dia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT Memberinya hidayah masuk Islam. Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar dia turut masuk ke dalam gereja. Mula mula dia keberatan, namun karena dibujuk terus akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebi...
TENTANG MIMPI YANG DIMUAT DALAM AL-QUR’AN Ada 6 mimpi yang pernah dimuat di dalam Al-Qur an, mereka yang bermimpi itu adalah: 1. Nabi Ibrahim ‘alahissalam: فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. [ Ash-Shaffat : 102 ] 2. Nabi Yusuf ‘alahissalam إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ (Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat seb...